Gaji Guru Honorer

gaji guru honorer

Gaji guru honorer termasuk belum cukup merata dan layak di berbagai wilayah. Mayoritas guru honorer menerima pendapatan berdasarkan jumlah jam mengajar dalam satu pekan. Hal tersebut tentu menyebabkan perbedaan pendapatan antara gaji guru honorer satu dengan lainnya.

Perhitungan gaji guru honorer berdasarkan jam mengajar tentu tidak menguntungkan bagi guru mata pelajaran tertentu. Sebab tidak semua mata pelajaran memiliki jumlah jam belajar yang sama dalam satu pekan. Beberapa mata pelajaran bahkan hanya berlangsung satu sesi per pekan.

Untuk menghadapi situasi tersebut, terkadang guru honorer dari beberapa mata pelajaran harus mengajar di lebih dari satu lembaga pendidikan. Tujuannya adalah untuk memenuhi jumlah jam mengajar yang ideal melalui aktivitas di lembaga pendidikan lain.

Langkah tersebut menyebabkan kendala bagi guru honorer yang melakukannya. Sebab mobilitas yang tinggi antar lembaga pendidikan menyebabkan kelelahan dan turunnya performa mengajar di masing-masing lembaga. Hal tersebut tentu bukan sebuah catatan positif bagi pengajar.

Gaji guru honorer berdasar jam mengajar juga menimbulkan kendala lain. Salah satunya adalah rendahnya minat pada bidang studi tertentu akibat jumlah jam per pekan yang minim. Akibatnya, beberapa mata pelajaran mengalami kekurangan pengajar di berbagai daerah.

Rutinitas Guru Honorer

Ilustrasi guru honorer mengajar di kelas
Ilustrasi guru honorer mengajar di kelas

Guru di era modern tidak lagi hanya mengemban tugas untuk mengajarkan materi pembelajaran. Sejumlah tanggung jawab lain juga hadir dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM. Hal tersebut berlaku bagi guru honorer maupun pengajar berstatus PNS.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berikut beberapa aktivitas guru yang harus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

Menyusun Kurikulum Pembelajaran

Guru di era modern tidak lagi mengajar berdasarkan asumsi dan perkiraan materi dalam setiap jadwalnya. Rutinitas mengajar harus direncanakan dengan baik dengan tujuan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah dan memfasilitasi kebutuhan belajar siswa.

Baca juga: Gaji Pegawai Bank BRI

Untuk itu, seorang guru harus menyusun kurikulum pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan kurikulum tersebut dilakukan sebagai rencana besar pengajaran seorang guru. Biasanya penyusunan kurikulum dilakukan per semester atau per tahun ajaran.

Penyusunan kurikulum pembelajaran biasanya tidak dikerjakan mandiri oleh guru honorer. Pengerjaan penyusunan kurikulum tersebut umumnya diserahkan sepenuhnya atau sebagian pada bidang kurikulum di masing-masing lembaga pendidikan.

Pedoman kurikulum tidak hanya berisi target-target penguasaan materi pembelajaran. Tetapi terdapat sejumlah aspek lain, seperti kesopanan, kreativitas, adab dan perilaku, serta berbagai sudut pandang penilaian lainnya bagi seorang siswa.

Jika dikerjakan secara kolaboratif antara tim penyusun kurikulum dengan guru honorer mata pelajaran, maka guru honorer tersebut umumnya mendapatkan apresiasi tersendiri di luar perhitungan gaji guru honorer bulanannya.

Menyusun Rencana Pembelajaran

Setelah memiliki pedoman kurikulum, seorang guru perlu memetakan rencana pembelajaran dalam skala yang lebih kecil. Perencanaan tersebut dituangkan dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) masing-masing guru mata pelajaran.

Penyusunan silabus dan RPP menyesuaikan target yang telah ditetapkan dalam rancangan kurikulum dan situasi pengajaran aktual di dalam kelas. Oleh karena itu, silabus dan RPP masing-masing guru mata pelajaran dapat berkembang secara berbeda satu sama lain.

Serupa dengan pedoman kurikulum, penyusunan silabus dan RPP juga umumnya diperhitungkan secara terpisah dengan gaji guru honorer yang diterima setiap bulannya.

Melaksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar

Sebagai fungsi utama dan hal yang umum diketahui, tentu seorang guru honorer akan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) rutin pada jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan KBM berjalan sedekat mungkin dengan rencana silabus dan RPP yang telah disusun sebelumnya.

Menyusun Alat Ukur Soal dan Mengevaluasi Hasil Belajar

Dalam durasi tertentu, proses belajar siswa perlu mendapatkan evaluasi. Hal ini umumnya dilakukan dalam rentang tiga bulan dan enam bulan masa belajar. Siswa mengenal rutinitas evaluasi tersebut dengan istilah Penilaian Akhir Semester, Ujian Tengah Semester, dan berbagai istilah lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan evaluasi, seorang guru juga dituntut untuk membuat perangkat penilaian berupa soal dan ujian. Evaluasi tersebut disesuaikan dengan proses belajar yang telah berjalan di masing-masing kelas siswa.

Namun tidak jarang kebutuhan evaluasi tersebut juga telah diatur dan diputuskan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Departemen Agama wilayah masing-masing.

Proses pembuatan alat ukur dan evaluasi tersebut pada umumnya diperhitungkan berbeda dengan gaji guru honorer utama yang diterima setiap bulan. Hal tersebut juga berlaku pada proses pemeriksaan dan penilaian setelah jadwal ujian.

Analisa Hasil Pembelajaran dan Perbaikan

Setelah melakukan rutinitas ujian dan penilaian terhadap proses belajar siswa, seorang guru juga diwajibkan memberikan analisa terhadap pelaksanaan kurikulum dan rencana pembelajarannya. Hal tersebut akan menjadi bahan pengembangan pedoman kurikulum di periode berikutnya.

Jika terdapat siswa yang memiliki hasil evaluasi di bawah standar yang diharapkan, maka seorang guru diharuskan melaksanakan agenda perbaikan. Agenda tersebut dapat berupa sesi kelas singkat, pendalaman materi kembali, dan berbagai metode lainnya.

Memfasilitasi Bimbingan dan Konseling

Sejumlah guru memiliki tanggung jawab lain di luar rutinitas penyusunan kurikulum, mengajar, dan evaluasi hasil belajar. Hal tersebut tersebut adalah bimbingan pendidikan dan konseling. Umumnya fungsi tersebut dipenuhi guru wali kelas dan konseling di masing-masing lembaga.

Wali kelas dan guru konseling bertugas melakukan pendampingan, diskusi, dan konseling terhadap hal-hal non-teknis dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal non-teknis tersebut termasuk rencana belajar siswa setelah lulus, kendala pembelajaran, situasi personal, dan berbagai hal lainnya.

Tanggung Jawab Lain

Guru memiliki sejumlah tanggung jawab lain dalam pelaksanaan profesinya. Hal tersebut termasuk dukungan aktif terhadap status akreditasi dan penilaian sekolah. Selain itu, guru dengan pengalaman dan jam terbang lebih juga diharapkan dapat membimbing tenaga pengajar baru.

Dalam interaksi dengan siswa, guru juga memiliki ruang untuk mendorong eksplorasi bakat dan keahlian siswa melalui ekstrakurikuler. Hal tersebut termasuk dalam partisipasi kompetisi, pelatihan, dan berbagai pengembangan lainnya.

Jam Belajar per Satuan Pendidikan

Jam mengajar guru honorer yang bervariasi
Jam mengajar guru honorer yang bervariasi

Gaji guru honorer diperhitungkan berdasar pada jumlah jam mengajar yang dilakukan per bulan. Apresiasi terhadap jam mengajar tersebut juga dapat berbeda-beda nominalnya berdasarkan UMK wilayah, standar gaji, dan kebijakan serta kesepakatan lembaga induk dengan guru terkait.

Baca juga: Gaji Pertamina

Pada umumnya, masing-masing tingkat satuan pendidikan memiliki jumlah jam belajar harian yang berbeda. Berikut data distribusi jam belajar siswa pada tingkat sekolah dasar.

No Satuan Pendidikan Jumlah Jam Belajar
1 Sekolah Dasar Kelas I 30 jam per pekan
2 Sekolah Dasar Kelas II 32 jam per pekan
3 Sekolah Dasar Kelas III 34 jam per pekan
4 Sekolah Dasar Kelas IV-VI 36 jam per pekan

Di tingkat SD, umumnya pengajar memiliki tanggung jawab sebagai guru mata pelajaran sekaligus wali kelas. Sehingga seluruh jam belajar yang tertera diakumulasi menjadi jam mengajar guru sekolah dasar di masing-masing kelas. Setiap jam belajar tersebut berlangsung selama 35 menit.

Hal berbeda terdapat pada beberapa mata pelajaran yang harus diajarkan oleh guru khusus, antara lain Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bidang tersebutumumnya baru ditemui saat siswa memasuki kelas empat, lima, dan enam di sekolah dasar.

Di tingkat SMP, jumlah jam belajar siswa meningkat menjadi 38 jam per pekan dengan dua jam tambahan mata pelajaran muatan lokal. Dengan masing-masing jam belajar berdurasi sekitar 40 menit. Jumlah jam belajar tersebut dibagi menjadi sekitar 11 mata pelajaran.

Peningkatan jumlah jam belajar terjadi juga di tingkat SMA/K. Secara keseluruhan, siswa menjalani total 42 jam belajar per pekan dengan durasi 45 menit per jam belajar. Beberapa sekolah membagi jumlah tersebut dalam lima hari waktu belajar, sebagian lain membagi dalam enam hari sekolah.

Gaji Guru Honorer

Aktivitas KBM daring guru honorer di masa pandemi
Ilustrasi aktivitas KBM daring guru honorer di masa pandemi

Gaji guru honorer berbeda pada setiap satuan pendidikan dan mata pelajaran yang dikuasai. Hal tersebut dipengaruhi besar oleh jumlah jam mengajar per pekan guru honorer di lembaga terkait.

Gaji Guru Honorer SD

Gaji guru honorer SD di Jakarta berkisar mulai dari Rp3.500.000,- hingga Rp5.000.000,- per bulan. Di wilayah Jawa Barat, gaji guru honorer SD berada di kisaran Rp1.800.000,- hingga Rp2.200.000,- per bulannya. Nominal akhir tentu menyesuaikan kesepakatan lembaga dengan guru.

Gaji guru honorer di berbagai wilayah sangat menyesuaikan dengan UMK setempat dan kapasitas lembaga pendidikannya. Di wilayah-wilayah yang lebih jauh dari ibu kota negara, terdapat pengajar yang menerima gaji guru honorer berkisar Rp500.000,- hingga Rp1.500.000,- per bulan.

Pada kelompok pengajar sekolah dasar, gaji tersebut umumnya sudah termasuk tunjangan kesehatan, jabatan wali kelas, pekerjaan kurikulum, dan berbagai perhitungan lainnya.

Gaji Guru Honorer SMP

Gaji guru honorer untuk tingkat pendidikan SMP mulai sangat diperhitungkan berdasar jam mengajarnya. Nominal apresiasi per jam mengajar juga ditentukan oleh UMK wilayah dan kesepakatan bersama pihak lembaga pendidikan.

Simulasi berikut menggunakan asumsi apresiasi senilai Rp35.000,- per jam mengajar. Selain gaji guru honorer, pengajar juga mendapatkan perhitungan biaya konsumsi dan transportasi serta tunjangan jabatan jika memiliki tugas tambahan di lembaga terkait.

Berikut simulasi perhitungan gaji guru honorer pengajar tingkat SMP untuk jumlah jam mengajar delapan jam per pekan. Asumsi fasilitas akomodasi dan transportasi senilai Rp20.000,- per hari mengajar.

No Item Pendapatan Nominal Pengali Total
1 8 jam mengajar/pekan Rp35.000,- / jam 4 pekan x 8 jam Rp1.120.000,-
2 Akomodasi dan transportasi Rp20.000,- / hari 4 pekan x 1 hari Rp80.000,-
3 Tunjangan Wali Kelas Rp250.0000 1 kelas Rp250.000,-
Total Rp1.400.000,-

Jumlah jam mengajar guru honorer dapat meningkat seiring perkembangan jumlah siswa dan kelas di dalam sebuah lembaga pendidikan. Beberapa lembaga pendidikan mendorong pengajar menjadi pembina ekstrakurikuler dan mendapat apresiasi tambahan atas posisi tersebut.

Gaji Guru Honorer SMA

Serupa dengan tingkat satuan pendidikan SMP, gaji guru honorer di tingkat SMA juga sangat bergantung pada jumlah jam mengajar di lembaga terkait. Jumlah jam mengajar tersebut ditentukan oleh mata pelajaran, jumlah siswa, dan jumlah kelas dalam satu lembaga pendidikan.

Baca juga: Gaji PLN

Berikut simulasi gaji guru honorer tingkat SMA dengan asumsi apresiasi Rp55.000,- per jam mengajar. Selain itu, estimasi biaya akomodasi dan transportasi guru honorer diperhitungkan Rp35.000,- per hari efektif.

No Item Pendapatan Nominal Pengali Total
1 8 jam mengajar/pekan Rp55.000,- / jam 4 pekan x 8 jam Rp1.760.000,-
2 Akomodasi dan transportasi Rp35.000,- / hari 4 pekan x 1 hari Rp140.000,-
3 Tunjangan Wali Kelas Rp350.0000 1 kelas Rp350.000,-
Total Rp2.250.000,-

Di tingkat SMA, sejumlah aktivitas tambahan juga berpotensi meningkatkan gaji guru honorer. Beberapa rutinitas tersebut antara lain persiapan masuk ke perguruan tinggi, pendalaman materi, konseling pendidikan lanjutan, dan berbagai rutinitas lainnya.

Solusi Finansial Guru Honorer

Ilustrasi guru honorer membuka kelas daring sesuai bidangnya
Ilustrasi guru honorer membuka kelas daring sesuai bidangnya

Gaji guru honorer sangat ditentukan oleh jumlah jam mengajar, UMK wilayah, jumlah siswa dan kelas dalam lembaga, serta mata pelajaran yang dikuasai. Sehingga tidak jarang guru honorer yang mendapatkan pemasukan di bawah rata-rata pendapatan daerah.

Hal tersebut tentu tidak dapat berjalan baik untuk kepentingan pribadi seorang guru dan perkembangan lembaga pendidikan terkait. Sehingga guru honorer perlu mendapatkan alternatif pendapatan untuk menunjang kehidupan pribadinya.

Solusi umum yang lazim dilakukan adalah dengan menambah jumlah jam mengajar di lembaga yang berbeda. Selain itu, terdapat beberapa alternatif yang dapat ditemput guru honorer dalam memenuhi pendapatan rutin yang ideal seperti sejumlah ulasan berikut.

Membuka Bimbingan Belajar

Guru honorer tergolong memiliki jam kerja yang cukup luang dan fleksibel. Situasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bimbingan belajar sederhana di tempat tinggal dan menargetkan warga terdekat yang memiliki anak usia sekolah.

Agenda Pendalaman Materi

Serupa dengan bimbingan belajar, guru honorer dapat mengembangkan relasi dengan orang tua siswa dalam lembaga tempatnya mengajar. Sejumlah kendala belajar dapat dikembangkan menjadi agenda pendalaman materi di tempat tinggal siswa.

Hal ini serupa dengan bimbingan belajar, namun memiliki pendekatan dan strategi yang berbeda. Pendekatan tersebut dapat dijalankan secara optimal jika seorang guru menjabat juga sebagai wali kelas.

Membuka Kursus Keahlian dan Sertifikasi

Sejumlah bidang studi tidak memungkinkan untuk dikembangkan menjadi bimbingan belajar. Hal tersebut terjadi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Kesenian, Olahraga, dan sejenisnya. Namun hal tersebut tidak menjadi akhir dari pengembangan.

Baca juga: Gaji Indomaret

Bidang-bidang khusus tersebut memiliki peluang berkembang menjadi lembaga kursus dan keahlian. Misal, pengembangan rumah tahfidz, sekolah musik, dan sanggar senam. Beberapa bidang juga membutuhkan sertifikasi yang dapat didukung oleh lembaga yang dikembangkan guru honorer.

Persyaratan Menjadi Guru Honorer

Di balik tantangan finansial gaji guru honorer, kategori profesi tersebut cenderung mudah untuk digeluti. Profesi guru honorer di Indonesia dapat dimulai dari berbagai latar belakang, baik pendidikan maupun bidang lainnya. Berikut beberapa persyaratan umum guru honorer yang diketahui.

  • Pria/wanita;
  • Pendidikan minimal D3 berbagai bidang;
  • Usia maksimal 21 tahun untuk non-pengalaman;
  • Usia maksimal 45 tahun dan berpengalaman;
  • Memiliki kemampuan dan kemauan mengajar; dan
  • Mengikat kontrak dengan lembaga pendidikan.

Untuk bergabung menjadi guru honorer di berbagai lembaga, calon pelamar dapat menyiapkan data diri dan lamaran serta mengajukannya ke instansi terkait. Proses perekrutan umumnya dilakukan menjelang masa awal tahun ajaran baru.

Penutup

Demikian ulasan gajiperbulan.com tentang gaji guru honorer di berbagai tingkat satuan pendidikan. Guru honorer membutuhkan banyak dukungan dan solusi untuk tetap dapat berkontribusi bagi pendidikan Indonesia secara kolektif.

Selain solusi yang dikembangkan pemerintah, guru honorer juga dapat memulai solusi konkret dari hal-hal yang dapat dikerjakan disekitar. Memanfaatkan keahlian dan mengembangkan lembaga belajar independen dapat menjadi solusi finansial bagi guru honorer di berbagai wilayah.

UMR Jakarta

admin
5 min read

UMR Sukabumi

admin
3 min read

UMR Bogor

admin
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.